Mendeskripsikan Kemarahan Seorang Karakter
Bagaimana Cara Mendeskripsikan Karakter yang Sedang Marah, ya?
"Aku marah!"
Marah adalah salah satu emosi yang dimiliki manusia. Semua orang merasakannya, tetapi beberapa orang memiliki perbedaan dalam melampiaskannya.
Efek Samping
Ini adalah beberapa efek samping yang dirasakan:
- Peningkatan denyut jantung
- Hidung kembang-kempis
- Berkeringat
- Gemetaran
- Napas cepat
- Wajah memerah
- Gerakan gelisah
- Rahang tegang atau mengeras
- Mata melotot dan memerah
- Tangan mengepal
- Menggigit bibir hingga berdarah
- Dada dan bahu naik turun
Frasa Kemarahan
Tak jarang penulis merasa susah mendeskripsikan emosi yang satu ini. Beberapa kalimat berikut ini akan membantumu menuliskan kemarahan karakter di ceritamu.
- Kerahnya panas.
- Naik pitam
- Darahnya mendidih
- Dia bernapas dengan kemarahan
- Api kebencian membara di dalam dirinya
- Amarah mengalir seperti lava dari dalam tubuhnya.
- Amarahnya tersulut dengan mudah.
- Ia meledak, seperti bom bersumbu pendek
- Amarah bergejolak dalam dirinya
- Amarah berdenyut di nadinya.
- Kemarahannya sudah memuncak.
- Kemarahan mulai menguasainya.
- Darahnya melaju cepat karena marah.
- Kemarahan menggema di kepalanya
- Amarahnya naik seperti air pasang
- Gelombang amarah muncul dengan cepat.
- Dia terbakar oleh amarah
- Dia gemetar karena marah
- Kebencian muncul seperti tumor
- Napasnya terengah-engah karena marah
- Amarah mencekiknya, membuatnya diam.
- Dia sudah mendidih hingga wajahnya memerah.
- Dia berlari dan berteriak karena marah
- Dia melampiaskan amarahnya.
- Dia berjuang menahan amarah yang membakar dirinya.
- Dia buta karena amarah
- Amarah mengeraskan hatinya.
- Kemarahannya sudah memuncak.
- Kemarahan melilit perutnya.
- Dia merasakan detak amarah di jantungnya.
- Kemarahan berdenyut dalam nadinya.
Contoh Kemarahan Seorang Karakter
Mata semerah batu rubi itu menyalang dengan tajam tatkala melihat seorang gadis bersandar tidak berdaya pada dinding berlumut yang tak jauh dari tempatnya berdiri. Raven menoleh cepat pada pria yang sedang menyeringai tanpa dosa. Dada Raven naik turun, amarah membuncah dari dalam sana. Detak jantungnya yang cepat itu terdengar hingga telinganya. Yang ada dalam pikiran Raven saat ini hanyalah membunuh vampir itu dengan pedangnya.
Yap, sekilas tentang cerita Roses yang kumuat dalam platform kepenulisanku. Kalian bisa membacanya di sini.
Sampai di sini saja. Jangan lupa kunjungi akun media sosialku yang lain! Klik di sini.
Sampai jumpa lagi!


Comments
Post a Comment