Mendeskripsikan Kemarahan Seorang Karakter

Bagaimana Cara Mendeskripsikan Karakter yang Sedang Marah, ya?

"Aku marah!"


Marah adalah salah satu emosi yang dimiliki manusia. Semua orang merasakannya, tetapi beberapa orang memiliki perbedaan dalam melampiaskannya.

Efek Samping

Ini adalah beberapa efek samping yang dirasakan:

  1. Peningkatan denyut jantung
  2. Hidung kembang-kempis
  3. Berkeringat
  4. Gemetaran
  5. Napas cepat
  6. Wajah memerah
  7. Gerakan gelisah
  8. Rahang tegang atau mengeras
  9. Mata melotot dan memerah
  10. Tangan mengepal
  11. Menggigit bibir hingga berdarah
  12. Dada dan bahu naik turun

Frasa Kemarahan

Tak jarang penulis merasa susah mendeskripsikan emosi yang satu ini. Beberapa kalimat berikut ini akan membantumu menuliskan kemarahan karakter di ceritamu.

  1. Kerahnya panas. 
  2. Naik pitam
  3. Darahnya mendidih
  4. Dia bernapas dengan kemarahan
  5. Api kebencian membara di dalam dirinya
  6. Amarah mengalir seperti lava dari dalam tubuhnya.
  7. Amarahnya tersulut dengan mudah.
  8. Ia meledak, seperti bom bersumbu pendek
  9. Amarah bergejolak dalam dirinya
  10. Amarah berdenyut di nadinya.
  11. Kemarahannya sudah memuncak.
  12. Kemarahan mulai menguasainya.
  13. Darahnya melaju cepat karena marah.
  14. Kemarahan menggema di kepalanya
  15. Amarahnya naik seperti air pasang
  16. Gelombang amarah muncul dengan cepat.
  17. Dia terbakar oleh amarah
  18. Dia gemetar karena marah
  19. Kebencian muncul seperti tumor
  20. Napasnya terengah-engah karena marah
  21. Amarah mencekiknya, membuatnya diam.
  22. Dia sudah mendidih hingga wajahnya memerah.
  23. Dia berlari dan berteriak karena marah
  24. Dia melampiaskan amarahnya.
  25. Dia berjuang menahan amarah yang membakar dirinya.
  26. Dia buta karena amarah
  27. Amarah mengeraskan hatinya.
  28. Kemarahannya sudah memuncak.
  29. Kemarahan melilit perutnya.
  30. Dia merasakan detak amarah di jantungnya.
  31. Kemarahan berdenyut dalam nadinya.

Contoh Kemarahan Seorang Karakter

Mata semerah batu rubi itu menyalang dengan tajam tatkala melihat seorang gadis bersandar tidak berdaya pada dinding berlumut yang tak jauh dari tempatnya berdiri. Raven menoleh cepat pada pria yang sedang menyeringai tanpa dosa. Dada Raven naik turun, amarah membuncah dari dalam sana. Detak jantungnya yang cepat itu terdengar hingga telinganya. Yang ada dalam pikiran Raven saat ini hanyalah membunuh vampir itu dengan pedangnya.

Yap, sekilas tentang cerita Roses yang kumuat dalam platform kepenulisanku. Kalian bisa membacanya di sini.



Sampai di sini saja. Jangan lupa kunjungi akun media sosialku yang lain! Klik di sini.

Sampai jumpa lagi!

Comments

Popular posts from this blog

Petualangan di Dunia Baru! Plot Unik untuk Para Penulis Pecinta Fantasi dan Petualangan

Wattpad dan Situs Cerminnya

Show Don't Tell: Ekspresi Ketakutan