Show Don't Tell: Ekspresi Ketakutan
Menggambarkan Ketakutan yang Dirasakan Karakter Cerita
Showing adalah teknik yang harus dimiliki oleh seorang penulis. Untuk menggambarkan ekspresi, penulis harus bisa memperhatikan mimik wajah orang lain dan apa yang kira-kira mereka rasakan. Entah ketakutan karena teror, trauma, atau pada balon besar berwarna merah, ekspresi ketakutan itu tetap sama.
![]() |
| Show Don't Tell: Ekspresi Ketakutan |
Ada beberapa frasa kalimat yang bisa kalian gunakan di bawah ini:
- Ketakutan melumpuhkan badannya.
- Pupilnya mengecil ketakutan.
- Teror yang menakutkan meningkat di setiap langkahnya.
- Dia kalah dengan ketakutan yang ada di. hadapannya.
- Ketakutan itu menyiksanya.
- Hatinya gelisah dan jantungnya berdebar.
- Tubuhnya bergetar ketakutan.
- Ketakutan membuat lilitan di perut.
- Tidak ada yang ia rasakan selain ketakutan.
- Kaosnya basah karena keringat.
- Ketakutan memutar perutnya.
- Tangannya terasa dingin dan berkeringat.
- Dia ketakutan sampai ujung kakinya.
- Suaranya terdengar bergetar.
- Wajahnya tidak lagi memiliki warna.
- Ketakutan menggerogoti tulangnya.
- Dia diam membisu.
- Kata-katanya tertutupi oleh ketakutan.
- Dia mati rasa.
- Kepanikan muncul bersamaan dengan perutnya yang mual.
- Mulutnya terasa kering.
- Tulangnya berubah seperti benda cair.
- Dia membeku ketakutan.
- Bulu di lehernya berdiri.
- Dia terlalu takut untuk berteriak.
- Dia meringis ketakutan.
- Mulutnya terbuka, tetapi yang terdengar hanya hening suara.
- Dia mundur ketakutan.
- Matanya bergerak ke kiri dan ke kanan.
- Pandangannya tidak fokus.
- Kabut ketakutan menyelimuti dirinya.
- Ia tersesat dalam Hutan Ketakutan.
- Dia berusaha menyembunyikan ketakutannya.
- Rasa takut itu merayap hingga ke lehernya.
- Panik menguasai dirinya.
- Ketakutan membanjiri.
Contoh deksripsi ketakutan dalam cerita Roses oleh Fukuyama12
Gadis berhelaian coklat gelombang itu meringkuk ketakutan. Meski ia menggenggam tangannya dengan erat, tetapi tubuhnya tidak juga berhenti bergetar. Rasa takut menyelimuti tubuhnya, seperti kabut yang menyelimuti malam. Mulutnya terus bergumam, memanggil seorang pria yang telah meninggalkannya seorang diri.
Yap, sedikit cuplikan dari Roses, bercerita tentang seorang gadis manusia dan pria berdarah vampir dan manusia serigala. Mampir ya~
Bagaimana? Apa kalian punya kalimat khas kalian sendiri? Yuk komentar. Jangan lupa bagikan jika menurut kalian ini bermanfaat!
Jangan lupa kunjungi media sosialku yang lain. Klik di sini!


Comments
Post a Comment